Selasa, 07 Juni 2011


TENTANG SENAPAN ANGIN DAN SEJARAHNYA

Senapan angin adalah senapan yang menggunakan prinsip pneumatik yang menembakkan proyektil dengan menggunakan tenaga udara atau sejenis gas tertentu yang dimampatkan. Senapan angin biasanya digunakan untuk olahraga dan berburu binatang kecil seperti burung dan tupai, ukuran peluru yang dipakai biasanya juga tidak terlalu besar yaitu ukuran kaliber .177 atau 4,5 mm dan 5,5 mm biasanya terbuat dari bahan timah, meskipun begitu senapan ini bisa membunuh manusia kalau prosedur pemakaiannya keliru atau disalahgunakan. Sejarah Senapan angin dikembangkan pada saat Amerika Serikat sedang mengalami perang kemerdekaan melawan Inggris. Dikembangkan juga lebih lanjut pada saat perang sipil di Amerika bergejolak. Pada saat itu senapan angin dapat membunuh seekor anak sapi/lembu dalam jarak tembak 10 meter dibagian kepala. Mengenai jarak tembak, bergantung pada jenis senapan angin. untuk yang bertipe per memiliki jarak tembak efektif 30 hingga 40 meter (tergantung bahan dan kualitas per), untuk tipe pompa jarak tembak efektifnya adalah 50 meter hingga 60 meter (tergantung kekuatan memompa) dan tipe gas memiliki jarak tembak efektif 75 meter. Senapan angin di Indonesia Di Indonesia, salah satu merek yang cukup mudah ditemui di pasaran adalah Sharp Innova. Sharp Innova sebenarnya merupakan merek senapan angin yang diproduksi di Amerika dan Jepang sekitar dua dasawarsa yang lalu dan merupakan senapan angin yang cukup dapat diperhitungkan kualitasnya (menurut review para penggunanya). Kini merek tersebut diproduksi di bawah lisensi (butuh informasi tambahan) oleh produsen lokal di Indonesia. Hobi senapan angin di Indonesia sendiri sudah memiliki sejarah yang panjang. Di Indonesia, senapan angin dengan kaliber 4,5 mm tidak memerlukan ijin. Sedangkan untuk kaliber 5,5 mm keatas memerlukan ijin. Pehobi airsoft di Indonesia sendiri banyak yang beralih ke senapan angin karena pelarangan airsoft oleh aparat berwajib yang terjadi belakangan ini. Jenis senapan angin: Senapan tipe per/pegas Senapan angin yang memakai per untuk memompa udara untuk mendorong proyektil. Untuk yang bertipe per, senapan angin dibagi dalam: * tipe under lever, * side lever, dan * patah laras. Pembagian tipe tersebut berdasarkan cara per di tekan sehingga senapan dalam keadaan terkokang untuk siap tembak. Senapan angin yang memakai gas dalam tabung yang termampatkan Gas sudah dipompa terlebih dahulu sebelum senjata akan digunakan. 1. Menggunakan tabung Gas CO2 kecil yang mana proyekstil atau pelet di dorong menggunakan tekanan yang Gas CO2 dari dalam tabung, tekanan yang dihasilkan tidak terlalu besar, biasanya di pergunakan pada pistol atau senapan angin dengan jarak tembak pendek +/- 10m.Pellets yg digunakan biasanya tipe diabolo. 2. Menggunakan udara tekan biasa disebut PCP (Pre Charge Peneumatic) memiliki tekanan yang besar antara 2.000 – 3.000 psi, dapat melontarkan proyektil atau pellet sampai kecepatan > 1.000 fps biasa digunakan pada small or medium hunting. bisa menggunakan tipe pellets semua jenis termasuk tipe pile driver yg membutuhkan tekanan angin tinggi diatas 1500psi untuk menghasilkan daya lontar peluru yg optimum. Senapan tipe pompa Senapan angin yang memakai pompa (pump action) untuk memampatkan udara lalu dilepas untuk melontarkan proyektil. Sedangkan untuk tipe pompa ada dua tipe cara pelepasan angin, yaitu : * Knock open valve dan * Dumping system pada sistem Knock Open Valve digunakan pemukul/hammer seperti senjata api biasa pada bagian dalam dan untuk yang eksternal digunakan pelatuk yang mirip dengn pistol colt.Untuk Dumping system menggunakan klep yg dapat terbuka penuh pada saat trigger /pelatuk terpicu.Contoh senapan angin yg menggunakan Knock open valve yaitu Benyamin Sheridan,Titan,Falcon,Kalong,Kuda (dua terakhir lokal)dan untuk Dumping system yaitu Sharp Innova,Ace,Shapto(lokal) Biasanya pada industri senapan angin dibeberapa negra menyamakan peraturannya mirip dengan senjata api. dan untuk mencegah senapan angin yang diproduksi secara rumahan/home industri di selewengkan pemerintah beberapa negara membatasi panjang laras terpendek yaitu minimal 45 cm/18? dari ruang proyektil untuk senjata api dan 12? untuk senapan angin. Kaliber senapan angin Senapan angin juga merupakan tipe senjata dengan beberapa kaliber. selain kaliber yang disebutkan diatas senapan angin juga dikembangkan kaliber yang lebih besar lagi. Jenis jenis kaliber senapan angin : * .177? (4.5 mm) – kaliber paling umum, digunakan juga di lomba menembak Olimpiade ISFF, peluru ini mempunyai lintasan yang paling datar sehingga menjadikannya paling akurat.Tidak memerlukan ijin untuk memiliki senjata kaliber ini di Indonesia. * .20? (5.0 mm) – banyak digunakan di Eropa dan senapan merek Sheridan (USA).Mempunyai lintasan yang rata mirip .177 tapi mengirim lebih banyak tenaga. * .22? (5.5 mm & 5.6 mm) – kaliber paling umum untuk berburu, karena mempunyai energi yang cukup besar.Harus menggunakan ijin utnuk memiliki senjata kaliber ini di Indonesia.ntuk mencegah senapan angin yang diproduksi secara rumahan/home industri di selewengkan pemerintah beberapa negara membatasi panjang laras terpendek yaitu minimal 45 cm/18? dari ruang proyektil untuk senjata api dan 12? untuk senapan angin. Kaliber senapan angin Senapan angin juga merupakan tipe senjata dengan beberapa kaliber. selain kaliber yang disebutkan diatas senapan angin juga dikembangkan kaliber yang lebih besar lagi. Jenis jenis kaliber senapan angin : * .177? (4.5 mm) – kaliber paling umum, digunakan juga di lomba menembak Olimpiade ISFF, peluru ini mempunyai lintasan yang paling datar sehingga menjadikannya paling akurat.Tidak memerlukan ijin untuk memiliki senjata kaliber ini di Indonesia. * .20? (5.0 mm) – banyak digunakan di Eropa dan senapan merek Sheridan (USA).Mempunyai lintasan yang rata mirip .177 tapi mengirim lebih banyak tenaga. * .22? (5.5 mm & 5.6 mm) – kaliber paling umum untuk berburu, karena mempunyai energi yang cukup besar.Harus menggunakan ijin utnuk memiliki senjata kaliber ini di Indonesia.

Kamis, 19 Mei 2011

JENIS-JENIS KAYU BERTUAH

Nama Jenis Kayu

Tuah/Khasiat dari Kayu tersebut
  1. Naga Sari
:
Keselamatan, anti ilmu hitam, sihir, black magic, anti tanah sangar, hawa iblis, maksud jahat, musuh tersembunyi, kebijaksanaan, kewibawaan, kesetiaan, keharmonisan keluarga, keluhuran, kesehatan, rejeki, ketentraman
  1. Kastigi
:
Keselamatan, .... anti tanah sangar, anti hama tumbuh-tumbuhan, anti racun kadar tinggi, ....
  1. Drini
:
Keselamatan, kewibawaan, …. rejeki, penawar racun, anti daya negatif
  1. Te Sek
:
Kewibawaan, ketangguhan, keselamatan, anti hamatumbuhan, anti tanah sangar, hawa iblis, tahan lama didalam …., anti daya negatif
  1. Lontrok
:
Keselamatan anti daya negatif, menghilangkan hambatan, membantu orang yagn akan melahirkan buat yamg ada kesulitan, kewajaran
  1. Kebak
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti jin, anti tuyul, anti daya negatif.
  1. Wujek
:
Keselamatan, keharmonisan rumah tangga, kesetiaan anti daya negatif, melancarkan usaha, kepekaan pengasihan
  1. Jati Kluwih
:
Keselamatan, kewibawaan, rejeki, anti daya negatif
  1. Mentawa
:
Penawar racun, keselamatan, anti daya negatif, penawar tanah sangar, keamanan.
  1. Jagad
:
Keselamatan, kewibawaan, anti tanah sangar, kanuragan, energi bila dibawa, tidak mudah lelah, kelincahan, keuletan, anti daya negatif
  1. Menta
:
Kewibawaan, keselamatan, anti daya negatif, keteguhan, keluhuran, kesehatan, kanuragan, obat mata yang lama tidak sembuh
  1. Wunglen
:
Keselamatan, keluhuran, kewibawaan, ketenangan, anti daya negatif
  1. Kenkeng
:
Ketenangan, keselamatan, anti daya negatif, ketentraman, penolak sawan
  1. Walikukun
:
Keselamatan, kewibawaan, kesehatan, anti daya negatif, anti tanah sangar
  1. Liwung
:
Keselamatan, anti daya negatif, ketenangan, sangat membantu dalam meditasi (konsentrasi)
  1. Minging
:
Keselamatan, anti daya negatif, kewibawaan, kepekaan, ketajaman penginderaan
  1. Galih Asem
:
Keselamatan, kewibawaan, keteduhan, ketentraman, anti daya negatif
  1. Galih Kelor
:
Keselamatan, kewibawaan, rejeki, anti daya negatif, kanuragan, menambah tajam penginderaan
  1. Sangga Waja
:
Keselamatan, keteguhan, rejeki, anti daya negatif, daya energi tinggi
  1. Rukem
:
Keselamatan, anti daya negatif, keteguhan
  1. Sri Gading
:
Keselamatan, kesehatan, anti daya negatif, tajam penginderaan
  1. Sisir
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti jin, anti tuyul, anti daya negative, memperkuat kayu bertuah lain
  1. Dewandaru
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti daya negatif, anti racun
  1. Boga
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti daya negatif
  1. Sulastri
:
Keselamatan, menjalin keharmonisan rumah tangga, kesetiaan, kemesraan, kehangatan, ketentraman
  1. Secang
:
Keselamatan, kesehatan, anti daya negatif, anti hamatumbuh-tumbuhan, unsure rejeki
  1. Songgo Langit
:
Kewibawaan, kemuliaan, ketenangan, keluhuran, keselamatan, anti daya negatif
  1. Kantil
:
Pengasihan, rejeki kewibawaan, lancarkan usaha (apabila dirajah)
  1. Rampung
:
Keselamatan, rejeki, kewibawaan, anti daya negatif, ketangguhan energi
  1. Rao
:
Kewibawaan, kemuliaan, ketenangan, keluhuran, keselamatan, anti daya negatif
  1. Bunglon
:
Keselamatan, keharmonisan, kesetiaan rejeki, keteguhan, anti daya negatif, pengasihan
  1. Tejo
:
Menghisap racun, membuka aura, tolak bala, anti daya negatif
  1. Tutup
:
Melengkapi kayu kebak, melancarkan usaha/rejeki
  1. Krincing Wesi
:
Keselamatan, kewibawaan, energi kanuragan, keluhuran, pencarian, anti daya negatif, penginderaan
  1. Wegig
:
Keselamatan, kewibawaan, keteguhan, kebijaksanaan, anti daya negatif, kecermatan dalam berfikir
  1. Winong
:
Keselamatan, anti daya negatif, kebijaksanaan, keluhuran disenangi/dicintai leluhur.
  1. Wahyu
:
Keselamatan, keluhuran, kewibawaan, melancarkan usaha, anti daya negatif
  1. Kalima Sada
:
Keselamatan, keluhuran, kewibawaan, melancarkan usaha, anti daya negatif
  1. Pring pethok, Garang Pethok, Pring Ketemu Ros, Pring Tumpuk/ Rotan Pethok
:
Keselamatan, melancarkan usaha, mendatangkan keberuntungan, menolak pencurian penyakit menular, hawa iblis, tanah sangar, ilmu hitam, anti daya negatif
  1. Itam
:
Keselamatan, penangkal roh jaha, ketentraman, kedamaian, keteduhan, anti daya negatif
  1. Cukil Kayu
:
Keselamatan, rejeki, daya tarik, kewibaan, anti daya negatif, keteduhan, ketentraman


Rabu, 18 Mei 2011

MITONI

Mitoni
Ritual untuk tujuh bulan kehamilan

Ketika seorang wanita hamil untuk pertama kalinya, pada bulan ketujuh kehamilannya diadakan ritual
 Mitoni. Mitoniberasal dari kata pitu artinya tujuh. Ritual mitoni  diadakan dengan maksud untuk memohon berkah Gusti, Tuhan, untuk keselamatan calon orang tua dan anaknya.Bayi lahir pada masanya dengan sehat ,selamat, demikian pula ibunya melahirkan dengan lancar, sehat dan selamat. Selanjutnya diharapkan seluruh keluarga hidup bahagia.

Hal-hal penting pada upacara
 mitoni adalah :
1.    Siraman ( pemandian calon ibu)
2.    Pendandanan calon ibu
3.    Angreman
Tempat, berbagai barang/ubarampe termasuk sesaji, hendaknya sudah tersedia lengkap


Upacara Siraman
Biasanya pelaksanaan siraman diadakan dikamar mandi atau ditempat khusus yang dibuat untuk siraman, dihalaman belakang atau samping rumah.

Siraman dari kata siram artinya mandi. Pada saat mitoni adalah pemandian untuk sesuci lahir batin bagi calon ibu/orang tua beserta bayi dalam kandungan.

Yang baku, ditempat siraman ada bak/tempat air yang telah diisi air yang berasal dari tujuh sumber air yang dicampur dengan bunga
 sritaman, yang terdiri dari mawar,melati, kenanga dan kantil.

Dipagi hari atau sore hari yang cerah, ada terdengar alunan suara gamelan yang semarak, mengiringi pelaksaan siraman.

Didepan tempat siraman yang disusun apik, duduk calon kakek, calon nenek dan ibu-ibu yang akan ikut memandikan.Mereka semua berpakaian tradisional Jawa , bagus, rapi.Tentu saja sisaksikan oleh para  undangan yang hadir untuk menyaksikan dan memberi restu kepada calon ibu.

Calon ibu dengan berpakaian kain putih yang praktis, tanpa mengenakan asesoris seperti gelang, kalung, subang dsb, datang ketempat siraman dengan diiringi oleh beberapa ibu.

Dia langsung didudukkan diatas sebuah kursi yang dialasi dan dihias dengan sebuah tikar tua,maksudnya orang wajib bekerja sesuai kemampuannya dan dedauanan seperti :
 opok-opok,alang-alang,oro-oro,dadap srep, awar-awar yang melambangkan keselamatan dan daun kluwih sebagai perlambang kehidupan yang makmur.

Orang pertama yang mendapat kehormatan untuk memandikan adalah calon kakek, kemudian calon nenek dan disusul oleh beberapa ibu yang sudah punya cucu.Sesuai kebiasaan, jumlah yang memandikan adalah tujuh orang. Diambil perlambang positifnya, yaitu tujuh, bahasa Jawanya
 pitu, supaya memberi pitulungan, pertolongan.

Sesudah selesai dimandikan dengan diguyur air suci, terakhir dikucuri air suci dari sebuah kendi sampai airnya habis.Kendi yang kosong dibanting ketanah.Dilihat bagaimana pecahnya. Kalau paruh atau corot kendi tidak pecah, hadirin ramai-ramai berteriak :
 Lanang! Artinya bayi yang akan lahir laki-laki. Apabila pecah, yang akan lahir wadon, perempuan

Perlu diketahui bahwa suasana selama pelaksanaan siraman adalah sakral tetapi riang

Pada masa kini, upacara siraman dipandu oleh seorang ibu yang profesional dalam bidangnya, disertai seorang M.C. sehingga upacara berjalan
 runut, lancar dan bagus..


Peluncuran tropong

Ada kalanya, sesudah selesai pecah kendi, sebuah
 tropong, alat tenun dari kayu diluncurkan kedalam  kain tekstil yang mempunyai tujuh warna. Ini perlambang kelahiran bayi dengan lancar dan selamat.

Peluncuran
 tropong, pada masa kini jarang sekali dilakukan


Siraman gaya Mataraman

Siraman gaya Mataraman atau Yogyakarta kuno, sekarang boleh dibilang tidak dilakukan lagi. Pada siraman tersebut yang dimandikan tidak hanya calon ibu, tetapi jugas calon ayah, secara berbarengan.


Pendandanan calon ibu

Disebuah ruangan yang telah disiapkan untuk upacara pendandanan, beberapa ibu dengan disaksikan hadirin, mendandani calon ibu dengan beberapa motif kain batik dan lurik.

Ada 6/enam motif kain batik, antara lain motif
 kesatrian, melambangkan sikap satria; wahyu tumurun, yaitu wahyu yang menurunkan kehidupan mulia, sidomukti ,maksudnya hidup makmur, sidoluhur-berbudi luhur dsb.
Satu per satu kain batik itu dikenakan, tetapi tidak ada yang sreg, sesuai. Lalu yang ketujuh dikenakan kain lurik bermotif lasem, dengan semangat para hadirin berseru : Ya, ini cocok!

Lurik adalah bahan yang sederhana tetapi kuat, motif
 lasem mewujudkan perajutan kasih yang bahagia, tahan lama. Begitulah perlambang positif dari upacara pendandanan.
Lurik yang dikenakan calon ibu tersebut diikat dengan tali yang terdiri dari benang dan anyaman daun kelapa. Tali itu dipotong oleh calon ayah dengan menggunakan sebilah keris yang ujungnya ditutup kunyit.Ini perlambang bahwa semua kesulitan yang dihadapi keluarga ,akan diatasi oleh sang ayah

Sesudah memotong tali, sang ayah mengambil tiga langkah kebelakang, membalikkan badan dan lari keluar. Ini melambangkan kelahiran yang lancar dan selamat, bagi bayi dan ibu.


Brojolan

Dua buah kelapa gading diluncurkan kedalam kain lurik yang dipakai calon ibu. Kedua kelapa tersebut jatuh diatas tumpukan kain batik. Ini juga menggambarkan kelahiran yang lancar dan selamat.

Kedua buah kelapa gading itu diukir dengan gambar Dewi Ratih dan Dewa Kamajaya, sepasang dewa dewi yang cantik, bagus rupanya dan baik hatinya.Artinya tokoh, figur yang ayu, baik, luar dalam, lahir batin. Ini tentu dalam menjalani kehidupan kedua orang tua juga bersikap demikian , demikian pula anak yang dilahirkan, menjalani kehidupan yang baik,  berbudi pekerti luhur dan mapan lahir batin.

Calon ayah mengambil salah satu kelapa tersebut dan memecahnya dengan menggunakan golok.  Kalau kelapa itu pecah jadi dua, hadirin berseru :
 Wadon, perempuan. Kalau kelapa itu airnya menyembur keluar, hadirin berteriak riang : Lanang, lelaki.

Anak yang dilahirkan putra atau putri, sama saja, tetap akan  diasuh, dibesarkan oleh orang tuanya dengan penuh kasih dan tanggung jawab

Kelapa yang satunya, yang masih utuh, diambil, lalu dengan diemban oleh calon nenek , ditaruh ditempat tidur calon orang tua.
 


Angreman
Angreman dari kata angrem artinya mengerami telur. Calon orang tua duduk diatas tumpukan kain yang tadi dipakai, seolah mengerami telur, menunggu waktu sampai bayinya lahir dengan sehat selamat.

Mereka mengambil beberapa macam makanan dari sesaji  dan ditaruh disebuah
 cobek. Mereka makan bersama sampai habis. Cobek itu menggambarkan ari-ari bayi.
Perlu diperhatikan bahwa untuk ritual angreman gaya Yogyakarta, sesajinya tidak ada yang berupa daging binatang yang dipotong. Ini memperkuat doa kedua calon orang tua supaya bayi mereka lahir dengan selamat.

Kelapa dan tumpukan kain-kain itu  berada diatas tempat tidur kedua calon orang tua. Ini latihan kesabaran bagi keduanya sewaktu menjaga dan merawat bayi.

Dipagi harinya , calon ayah memecah kelapa tersebut.
 

Ini biasanya yang terjadi. Tetapi kalau dipagi hari ada seorang wanita hamil meminta kelapa tersebut, menurut adat, kelapa itu harus diberikan.Lalu wanita dan suaminya yang akan memecah kelapa itu.

Ini melambangkan bahwa dalam menjalani kehidupan, orang tidak boleh egois, mementingkan diri sendiri, saling menolong dan
 welas asih ,haruslah diutamakan.


Asal usul Mitoni atau Tingkeban

Ritual
 mitoni atau tingkeban telah ada sejak zaman kuno.Menurut penuturan yang diceritakan secara turun temurun, asal usulnya sebagai berikut : 
Sepasang suami istri,
 Ki Sedya dan Niken Satingkeb, pernah punya anak sembilan kali, tetapi semuanya tidak ada yang berumur panjang.

Mereka telah meminta bantuan banyak orang pintar, dukun, tetapi belum juga berhasil. Karena sudah tak tahan lagi mengahadapi derita berat dan panjang, kedua suami istri itu memberanikan diri memohon pertolongan dari Jayabaya, sang ratu yang terkenal sakti dan bijak.

Raja Jayabaya yang bijak dan yang sangat dekat dengan rakyatnya, dengan senang hati memberi bantuan kepada rakyatnya yang menderita.Beginilah sikap ratu masa dahulu.

Kedua suami istri, dinasihati supaya melakukan ritual, caranya :
Sebagai syarat pokok, mereka harus rajin manembah kepada
 Gusti, selalu berbuat yang baik dan suka menolong danwelas asih kepada sesama. Berdoa dengan khusuk, memohon kepada Tuhan.


Mereka harus menyucikan diri,manembah kepada
 Gusti, Tuhan  dan mandi suci dengan air yang berasal dari tujuh sumber. Kemudian berpasrah diri lahir batin. Sesudah itu memohon kepada Gusti,Tuhan,  apa yang menjadi kehendak mereka, terutama untuk kesehatan dan kesejahteraan si bayi.Dalam ritual itu sebaiknya diadakan sesaji untuk penguat doa dan penolak bala, supaya mendapat berkah Gusti, Tuhan.

Rupanya, Tuhan memperkenankan permohonan mereka.
 Ki Sedya dan Niken Satingkeb mendapatkan momongan yang sehat dan berumur panjang.Untuk mengingat Niken Satingkeb, upacara mitoni juga disebut Tingkeban.


Sesaji
Sesaji sangat penting didalam setiap  upacara tradisonal. Sebenarnya maksud dan tujuan sesaji adalah seperti sebuah doa. Kalau doa diucapkan dengan kata-kata, sedangkan sesaji diungkapkan melalui sesaji yang berupa berbagai bunga, dedaunan dan hasil bumi yang lain.
Tujuan sesaji adalah : Mengagungkan asma Gusti, Tuhan dan merupakan permohonan tulus kepada Gusti supaya memberikan berkah dan perlindungan.
Mengingat dan menghormati para pinisepuh, supaya mendapat tempat tentram dialam keabadian.
Supaya upacara berjalan lancar dan sukses, tidak diganggu oleh apapun, termasuk orang-orang dan mahluk-mahluk halus jahat.

Sesaji untuk mitoni terdiri dari :
1.    Sehelai tikar tua dan dedaunan untuk siraman.
2.    Seekor ayam jago yang sehat, hidup, melambangkan keluarga akan hidup baik ditengah masyarakat.
3.    Tujuh macam nasi tumpeng, antara lain :

o    Tumpeng megana ( dengan sayuran mengelilingi nasi) , artinya menumbuhkan kehidupan.
o    Tumpeng robyong, melambangkan keselamatan dan dicintai semua orang.
o    Tumpeng urubung damar, sinar lampu, sinar kehidupan yang berguna dan berwibawa. 
o    Tumpeng gundul
4.    Tujuh macam sambal, artinya hidup menjadi semangat, aktif dan kreatif.
5.    Sambal rujak, supaya segar, cerah hidupnya.
6.    Dlingo-blenge, untuk menghindarkan pengaruh roh-roh jahat
7.    Kue-kue manis terbuat dari kacang. Artinya hidup ini manis.
8.    Lauk pauk dari sayuran, artinya anak-anak menjadi sehat.
9.    Tujuh buah ketupat diisi abon, artinya sudah ada jalan buat keluarnya bayi, tinggal tunggu saatnya. 
10. Telur kura-kura ditaruh diatas tumpeng
11. Penganan srabi dan klepon. 
12. Telur kura-kura ditaruh diatas tumpeng megana. Kura-kura itu kuat dan peka instinknya.
13. Bubur merah putih, berarti selalu ingat dan hormat kepada orang tua dan pinisepuh.
14. Berbagai macam buah-buahan, untuk kesehatan dan kebugaran.
15. Berbagai macam nasi seperti : nasi gurih, nasi punar, nasi kebuli dll.
16. Boneka laki-laki dan boneka perempuan. Maksudnya yang lahir pria atau wanita sama saja.
17. Gayung yang dibuat dari kelapa. Kelapa utuh dipecah menjadi dua, dibawahnya diberi lubang. Sisi atas dipasangi tangkai untuk pegangan.Maksudnya supaya bisa berguna seperti pohon kelapa yang semua bagiannya bermanfaat baik buahnya, daunnya, lidinya, batangnya dsb.

Jualan rujak dan dawet

Keseluruhan upacara siraman, diakhiri oleh kedua calon orang tua yang berbahagia dengan berjualan rujak dan dawet. Alat pembayarannya adalah
 kreweng, pecahan genteng.

Rujak menggambarkan kehidupan yang antusias. Dawet yang dijual namanya
 dawet plencing. Dawet itu minuman sehat, plencing artinya pergi tanpa pamit, Jadi dawet plencing melambangkan kehidupan yang sehat dan selamat.


Setu Wage

Hari pelaksanaan siraman biasanya diadakan pada hari
 Setu Wage, Sabtu Wage.  Makna singkatan dari Setu Wageadalah Tu artinya metu,  keluar dan Ge artinya gage, cepat-cepat.Jadi maksudnya, pada waktu kelahiran bayi, si bayi supaya cepat keluar, sehat dan selamat.